BANDAR LAMPUNG – Provinsi Lampung bersiap menyambut era baru sebagai salah satu episentrum industri energi nasional. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama terkait Studi Kelayakan (Feasibility Study) Pembangunan Multiklaster Kawasan Industri Energi Strategis Terintegrasi Katibung, yang dilangsungkan di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Jumat (5/6/2026).
Kesepakatan tersebut diteken langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, bersama Direktur Utama PT Menamas Bakti, S. Luddin. Kerja sama ini menjadi lampu hijau bagi akselerasi pembangunan mega proyek di Lampung Selatan, yang diproyeksikan membuka ribuan lapangan kerja baru dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Gubernur Mirza menegaskan, tahapan studi kelayakan ini sangat krusial untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan terukur dan memberikan dampak positif yang maksimal, baik bagi daerah maupun skala nasional.
"Tentunya dalam pelaksanaannya harus dilaksanakan dengan baik, sehingga mampu memberikan manfaat bagi Lampung serta Indonesia," ujar Gubernur Mirza.
Redaksi infoselampung mencatat, Pemprov Lampung berkomitmen untuk tidak sekadar menjadi fasilitator. Pemerintah daerah dipastikan akan mengambil peran agresif dalam mengawal proyek ini, mulai dari koordinasi intensif dengan kementerian terkait hingga penyediaan dukungan regulasi demi mempercepat realisasi investasi.
Keunggulan Geografis Katibung dan Daya Pikat Investor Global
Dipilihnya Katibung sebagai lokasi proyek bukan tanpa alasan. Wilayah pesisir Lampung Selatan ini memiliki karunia luar biasa berupa pelabuhan alami dengan kedalaman mencapai 24 meter.
Kedalaman ini menjadi keunggulan komparatif yang sangat langka, karena memungkinkan kapal tanker raksasa sekelas Very Large Crude Carrier (VLCC) untuk bersandar langsung. Efeknya, biaya logistik dan distribusi energi dapat ditekan secara masif.
Keunggulan ini pula yang berhasil memikat dunia internasional. Direktur Utama PT Menamas Bakti, S. Luddin, mengungkapkan bahwa kesiapan teknologi dan pasar kini sudah matang, ditambah dukungan pendanaan global dari Samko Holdings Luxembourg Ltd.
Pada tahap awal, kawasan ini akan dilengkapi dengan kilang minyak berkapasitas 300.000 barel per hari untuk memproduksi LPG, nafta, bensin, jet fuel, aspal, hingga fuel oil.
Dampak Ekonomi Warga dan Transisi Energi Hijau
Bagi masyarakat Lampung, proyek ini membawa angin segar bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Selain penyerapan tenaga kerja lokal yang masif sejak masa konstruksi hingga operasional, keberadaan kawasan industri ini dipastikan memicu efek domino (multiplier effect). Sektor-sektor pendukung seperti jasa logistik, transportasi, perdagangan, perhotelan, hingga pelaku UMKM di sekitar wilayah Katibung dipastikan akan ikut bergeliat.
Tak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, proyek ini juga mengusung misi keberlanjutan lingkungan. Kawasan Industri Katibung dirancang ramah lingkungan dengan mengintegrasikan fasilitas produksi bioetanol.
Bahan bakar nabati ini nantinya akan dicampur dengan BBM konvensional, yang ditargetkan mampu memangkas emisi karbon hingga 60 persen. Menariknya, kebutuhan bahan baku bioetanol ini juga membuka peluang emas bagi sektor pertanian Lampung sebagai pemasok utama komoditas energi terbarukan.
Dengan pengawalan ketat dari Pemprov Lampung, Kawasan Industri Energi Katibung diharapkan menjadi warisan investasi strategis yang tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga melahirkan kesejahteraan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Bumi Ruwa Jurai.
Tentang infoselampung: infoselampung adalah media informasi dan portal berita terpercaya yang menyajikan ragam dinamika pembangunan, ekonomi, pariwisata, dan peristiwa terkini di seluruh wilayah Provinsi Lampung.

